Arsip untuk Januari 24th, 2008

ESQ

ESQ Ary Ginanjar Masuki Kerajaan Inggris
esq.gif

London (ANTARA News) – Konsep Kecerdasan Emosi dan Spiritual (Emotional Spiritual Quotient/ESQ) yang dikembangkan di Eropa mulai di Belanda, kini diperkenalkan di Kerajaan Inggris dengan pendekatan ala Indonesia oleh Ary Ginanjar Agustian.

Kehadiran Ary Ginanjar di Kerajaan Ratu Elizabeth II itu dalam rangka mengikuti pertemuan para pakar Spiritual Quantient (SQ) dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Compenhagen Denmark, Belanda, Nepal, India di Oxford selama seminggu sejak 11 Maret 2007.

Kepaka ANTARA News di London, wiraswastawan ESQ Ledership Center kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 24 Maret 1965 tersebut mengatakan, pertemuan itu diprakasai Danah Zohar dan Ian Marshall penulis buku SQ Spiritual Intelligence dan Spiritual Capital, diadakan The Oxford Academy of Total Intelligence.

Penerima penghargaan Tokoh Perubahan 2005 versi Harian Republika itu mengemukakan, dalam pertemuan itu dibicarakan tentang SQ secara ilmiah meskipun hadir juga para pakar dari berbagai agama diantaranya hadir wakil dari agama Budha,Hindu, Kristen, Katolik, Yahudi sampai pada atheis.

Pada kesempatan itu Ary yang selama 10 tahun mendalami agama dengan bimbingan KH Habib Adnan menulis buku ESQ Rahasia membangun Kecerdasan emosional dan spiritual melalui enam rukun Imam dan Lima rukun Islam berbicara pandangannya SQ dilihat dari kacamata Islam.

Continue reading ‘ESQ’

 

 al_ghazalli.gif

Imam Al Ghozali & Abdul Qodir Al Jaelani

Abu Hamid Al Ghozali

Dilahirkan di Thusi pada tahun 450 H. Beliau adalah seorang alim yang banyak menghabiskan masa hidupnya untuk menuntut ilmu dan mendakwahkan islam, tetapi sangat disayangkan dalam perjalanannya dalam menuntut ilmu beliau banyak terpengaruh ilmu-ilmu filsafat dan ilmu-ilmu kalam. Beliau pernah bercerita tentang dirinya bahwa “bekal pengetahuan saya tentang hadits sangat sedikit”. Ibnu Taimiyah dalam hal ini berkomentar Abu Hamid (Al Ghozali) kurang begitu pengalaman dengan atsar-atsar Rasulullah dan orang-orang salaf (para sahabat) sebagaimana orang-orang yang menguasai dalam masalah tersebut, yaitu orang-orang yang dapat membedakan sohih dan dhoifnya sebuah hadits. Oleh karena itu beliau banyak menyebutkan dalam kitab-kitabnya hadits-hadits yang lemah bahkan hadits yang dusta. Seandainya beliau mengetahui tentang ilmu hadits niscaya beliau tidak akan menyebutkannya.

Salah satu dari karya terbesar Al Ghozali adalah kitab Ihya Ulumiddin yang terkenal di kalangan masyarakat umum dan golongan teterntu. Ada sebagian kelompok mengambilnya kemudian mencela isinya secara mutlak dan sebagian yang lain mengambilnya kemudian memuji secara berlebihan. Kedua kelompok ini kurang adil dalam memberikan penilaian. Adapun sikap yang harus diambil adalah sikap Inshof (pertengahan) adalah menyebutkan kebaikan-kebaikannya disertai dengan menyebutkan kesalahannya.

Syaikhul Islam berkomentar tentang kitab Al Ihya’ ini :

“adapun apa yang terdapat dalam kitab Al Ihya’ ada beberapa isinya yang menyesatkan seperti pada masalah-masalah sombong, ujub, riya’ dan dengki kebanyakan isi dari kitab Ihya’ tersebut menukil dari Harits Al Muhasibi dalam kitab Al Ri’ayah. Dari ucapan-ucapan ini ada yang bisa diterima atau sebaliknya ditolak serta ada juga yang di dalamnya pertentangan-pertentangan”

Continue reading ”


 

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 2,392 hits

Halaman

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.